Komunikasi Nilai-Kepercayaan di Media Sosial

                Analisis Terhadap Kesan Penjual di Platform TikTok



Pada masa kini, banyak individu memilih untuk membeli barang melalui pengaruh digital terutamanya di platform seperti TikTok yang membolehkan jualan langsung di antara pengaruh dan pengikut mereka. Perkembangan internet membawa kepada penciptaan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, TikTok dan sebagainya. Hal ini memang tidak dapat dipungkiri bahwa internet pada masa kini sering kali dikaitkan dengan media sosial karena internet telah membuka peluang kepada penggunaan media sosial yang luas. Media sosial pada masa kini telah mendapat perhatian dikalangan umur masyarakat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju. Bukan itu saja, golongan pengguna terutama remaja, melihat media sosial sebagai suatu trend terkini untuk mengisi aktifitas pada waktu luang mereka.

Media sosial telah menjadi trend dan medium untuk mempromosikan barang jualan. Hal ini dikarenakan media sosial boleh berfungsi sebagai alat interaksi yang boleh menarik perhatian orang lain untuk melihat dan mencari informasi atau berita tertentu. Selain itu, terdapat juga pengguna yang melakukan jualan secara online melalui siaran langsung di akun media sosial atau membuat video pemasaran mereka di platform media sosial. Mereka ini juga terdiri dari individu yang berpengaruh dan pedagang kecil yang ingin mengembangkan pemasaran mereka. Mereka yang melakukan siaran langsung atau  live di media sosial merupakan salah satu cara yang digunakan oleh penjual untuk menjual produk atau barang mereka.

Harga barang merujuk kepada output pengeluaran yang dihasilkan oleh penjual yang kemudian akan dijual kepada pelanggan. Produk tersebut terdiri dari berbagai jenis produk seperti pakaian, makanan ringan, obat-obatan, peralatan rumah, peralatan elektronik dan sebagainya. TikTok juga merupakan platform yang popular untuk memasarkan sesuatu produk kerana kandungan video yang dikongsi di dalam platform ini bersifat ringkas, terhibur , kreatif, trendy dan mempunyai ciri interaktif yang tinggi.

Menurut Nirschl dan Steinberg (2018) seseorang yang berpengaruh dianggap sebagai sumber informasi yang lebih dipercayai. Hal ini menyebabkan seseorang yang berpengaruh mampu memperoleh keuntungan melalui promosi yang dilakukan di media sosial. TikTok mampu mempengaruhi pembelian pelanggan dengan memberi kesan pada keyakinan pembeli, mencetuskan keinginan dan mendorong lebih banyak jualan dari satu kandungan video.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Sokolova dan Kefi (2020) yang berhubungan dengan pengaruh yang memasarkan produk kecantikan dan fashion mereka di media sosial Instagram dan YouTube di Perancis mendapati bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi keinginan pembeli untuk membeli produk yang dipromosikan oleh penjual. Faktor yang pertama adalah kreadibiliti seseorang penjual tersebut dan faktor yang kedua adalah faktor interaksi para manuisiia di antara penjual dan khalayak. Faktor interaksi para manusia ini juga mempunyai kaitan dengan “attitude homophily” di mana khalayak merasakan bahwa terdapat persamaan di antara personaliti, nilai dan cara pemikiran penjual dan diri mereka sendiri.

Menurut Alvarez and Fournier (2016) pengaruh keadaan emosi adalah penting apabila pelanggan melalui proses membuat keputusan ketika pembelian. Hal ini bermakna perasaan memainkan peranan yang penting. Selain itu, dalam penelitian ini juga mendapatkan bahwa penjual mempromosikan produk dengan menggunakan unsur lelucon yang menunjukkan peningkatan pengikut yang jelas, mendapat banyak tarikan khalayak serta memperoleh keuntungan yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa teknik mempromosikan produk di TikTok yang menggunakan teknik lelucon lebih berkesan dan berpengaruh daripada menggunakan teknik promosi beremosi.

Keyakinan terhadap penjual :

1.       Nilai Informasi

2.       Nilai Sosial

3.       Nilai Ekonomi

4.       Nilai Emosi

5.       Nilai Hedonik


KESIMPULAN

Penelitian ini telah berhasil bahwa terdapat beberapa nilai yang memberi kesan terhadap keyakinan kepada penjual di dalam jualan langsung TikTok dan terdapat juga nilai yang tidak memberikan kesan terhadap keyakinan kepada penjual di dalam jualan langsung TikTok. Penemuan penting dalam penelitian ini telah memperkuat bahwa nilai ekonomi dan nilai sosial adalah nilai yang memberikan motivasi kepada pengguna TikTok yang secara tidak langsung memberikan kesan yang signifikan terhadap keyakinan kepada penjual di dalam jualan langsung TikTok. Penelitian ini dapat memberi implikasi praktikal dan pengetahuan serta salah satu sumber rujukan mengenai nilai-nilai yang memberi kesan keyakinan terhadap penjual di dalam urusan jual beli di aplikasi TikTok kepada orang lain di luar sana tanpa mengira di aplikasi media sosial yang mereka gunakan untuk urusan jual beli. Selain itu, kajian ini juga memberikan penjelasan serta kepahaman kepada golongan pendidik yang ingin mengkaji tentang kesan nilai-nilai terhadap keyakinan kepada penjual. Kajian di masa depan mungkin boleh menambah baik dengan menambahkan satu lagi platform media sosial seperti di aplikasi media sosial Instagram atau aplikasi media sosial yang lain dan boleh membuat perbandingan sama yang terdapat perbedaan atau tidaknya dari segi nilai yang memberi kesan terhadap keyakinan kepada penjual di dalam jualan produk. Berdasarkan penelitian ini pula, hanya menfokuskan kepada lima keyakinan terhadap penjual yaitu nilai informasi, nilai emosi, nilai hedonik, nilai ekonomi dan nilai sosial. Kemungkinan peneliti di masa depan boleh menambah atau menukar nilai yang lain seperti daya tarikan penjual atau jumlah pengikut penjual di aplikasi media sosial yang boleh memotivasi pengguna serta memberikan kesan keyakinan terhadap penjual (Khoerul Shafriel Nurpratama)



Komentar